Pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB)
Masohi, 01 Juli 2025, Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) adalah program yang diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi, terutama bagi keluarga berisiko stunting, serta memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan pangan lokal.
Menurut penjelasan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Maluku Tengah Bapak Abdul Latif Key, S.Sos bahwa langkah pertama sejak awal bulan Juni Tahun 2025 Dinas PPKB Kabupaten Maluku Tengah telah melakukan orientasi pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) pada Lokus DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebanyak 130 Kampung KB pada 18 Kecamatan Kabupaten Maluku Tengah dengan sasaran Kader PKK Negeri/Kelurahan, Penyuluh KB/PLKB, Petugas Gizi Puskesmas, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Keluarga berisiko Stunting. Langkah kedua setelah pelaksanaan orientasi DASHAT para Kader PKK, TPK, Petugas Gizi Puskesmas yang telah diorientasi akan melakukan edukasi, pendampingan, pembiasaan, monitoring dan evaluasi hasil intervensi secara berkelanjutan kepada sasaran keluarga berisiko Stunting minimal 10 (sepuluh) disetiap negeri/kelurahan dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting.
Tujuan Program DASHAT yaitu menurunkan angka stunting, meningkatkan pemahaman gizi, memenuhi kebutuhan gizi, pemberdayaan masyarakat. Sasaran Program DASHAT adalah keluarga yang memiliki anak bayi dan balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pasangan usia subur (calon pengantin) yang berisiko stunting, keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan pemenuhan gizi seimbang. Output Program DASHAT yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan keluarga berisiko stunting dalam pemenuhan makanan bergizi.
Kegiatan Utama DASHAT antara lain pertama penyediaan makanan sehat, menyediakan makanan tambahan bergizi seimbang untuk keluarga berisiko stunting, kedua pelatihan pengolahan makanan yaitu memberikan pelatihan kepada keluarga tentang cara mengolah makanan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal, ketiga pemberdayaan ekonomi keluarga dengan mendorong munculnya kelompok usaha keluarga dan masyarakat yang berkelanjutan dalam produksi pangan sehat dan bergizi, dan keempat penyuluhan gizi dengan memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting.
Sumber : Admin DPPKB